Seminar E-Government dalam rangka Pimsi 2017

Seminar e-Government yang diselenggarakan di Aula Kampus STMIK MDP Palembang menghadirkan Bupati Banyuasin sebagai narasumber. Acara yang digelar Dalam rangka Pekan Inovasi Mahasiswa Sistem Informasi (PIMSI) 2017 ini untuk menyoroti sistem optimaliasasi pelayanan masyarakat berbasis Teknologi Informatika, serta manajemen tata kelola Pemerintahan melalui sistem e-Government.

Dari Pemkab Banyuasin Bupati Banyuasin diwakili oleh Kepala Dinas Komunikasi dan Informatika Erwin Ibrahim, Kepala Bidang Layanan e-Government Libriliana selain itu dihadiri oleh Pembantu Dekan II STMIK MDP Antonius Wahyu Sudrajat, Ketua Program Studi Sistem Informasi Mardiani, Ketua Pelaksana PIMSI Ahmad Farisi.

Kepala Dinas Komunikasi dan Informatika (Kominfo) Erwin Ibrahim dalam pemaparannya menjelaskan pengertian e-Government. “Secara sederhana e-Government adalah singkatan dari elektronik government. Dapat pula diartikan sebagai pemerintahan digital, online pemerintah” kata Erwin.

Fungsi dan tujuan layanan e-Government lanjutnya yaitu untuk meningkatkan mutu layanan publik melalui pemanfaatan teknologi informasi komunikasi dalam penyelenggaraan pemerintah daerah supaya dapat terbentuk pemerintahan yang bersih, transparan, dan akuntabel.

“Pemerintah Kabupaten Banyuasin pertama kali membangun e-Government secara komprehensif sejak tahun 2009 dimulai dengan diterbitkan Peraturan Bupati Banyuasin No.5 Tahun 2009 tentang Pembentukan Tim Pengembangan e-Government berbasis TIK. Pemerintah Kabupaten Banyuasin telah membangun Infrastruktur yang menghubungkan seluruh SKPD dan beberapa Kecamatan menggunakan Fiber Optik dan terhubung dengan satu data center yang terintegrasi” jelas Erwin lagi.

Selanjutnya di terbitkan Peraturan Bupati Banyuasin No.615 tahun 2011 dan Perbub No.972 tahun 2012 tentang Tim Percepatan Pengelola dan Pengembangan e-Government serta Perbup No.105 Tahun 2012 tentang Penggunaan Open Source dan Pelarangan Penggunaan Aplikasi Bajakan. Setelah itu di Terbitkan MasterPlan/Rencana Induk eGovernment tahun 2012-2016 sebagai panduan wajib untuk seluruh SKPD didalam mengembangkan TIK di Kabupaten Banyuasin.

Dalam penerapan teknologi e-Government Pemkab Banyuasin telah melakukan berbagai upaya antara lain melakukan edukasi dan sosialisasi terhadap pegawai dan masyarakat sejak tahun 2009, monitoring dan evaluasi secara berkala baik internal pemerintah maupun masyarakat. Dan melakukan desiminasi informasi pentingnya internet melalui pamplet, baleho dan radio milik Pemkab Banyuasin.

“ Pemkab Banyuasin juga membangun pusat data online (website) yang komprehensif yang dapat diakses oleh seluruh masyarakat” lanjutnya.

“Kerja keras Pemkab terbukti membuahkan hasil. Baru saja Pemkab Banyuasin berhasil masuk 25 besar nasional Konsep Smart City tingkat Nasional setelah melalui penilaian oleh Kementerian Komunikasi dan Informatika RI bekerja sama dengan Kementerian Dalam Negeri, Kementerian PPN/Bappenas, Kementerian PU dan Perumahan Rakyat, Kementerian PAN/RB, dan Kantor Staf Presiden dalam menyelenggarakan Program Gerakan menuju 100 Smart City” pungkas nya.

Tak lupa, Kadis Kominfo Banyuasin ini menyampaikan pesan kepada mahasiswa sebagai generasi muda untuk terus berinovasi dan tingkatkan kreatifitas.

Kunjungan Studi Mahasiswa STMIK GI MDP dan AMIK MDP ke Pemerintahan Kabupaten Bayuasin

Rombongan Mahasiswa STMIK dan AMIK MDP Palembang yang terdiri dari dosen dan mahasiswa melakukan kunjungan ke Kantor Pemerintah Kabupaten Banyuasin pada  (27/5/2016).

Mahasiswa yang melaksanakan kunjungan ke Kantor Pemerintah Kabupaten Banyuasin ini terdiri dari mahasiswa STMIK dari prodi Sistem Informasi, Teknologi Informasi, dan AMIK dari prodi Manajemen Informatika dan Teknik Komputer.

Tujuan dari kunjungan mahasiwa ini  adalah untuk  memberikan pembekalan kepada mahasiswa mengenai pemanfaatan teknologi informasi dalam pemerintahan khususnya dalam rangka melihat secara langsung implementasi sistem penyelenggaraan pemerintah berbasis E-Goverment dan Pelayanan Publik di Kabupaten Banyuasin. Dimana penerapan IT dalam pelayanan publik di pemerintahan di Banyuasin masuk 25 besar kabupaten Smart City di Indonesia.

Kunjungan tersebut diharapkan dapat sebagai pembelajaran untuk pemanfaatan teknologi informasi dalam mendukung kota dan kabupaten di Sumsel menuju smart city, khususnya dalam membantu pemerintah membangun sistem informasi yang berbasis teknologi.